Sebelum mengamalkan Ilmu Laduni, saya sama sekali bukan orang yang tanggap dalam mempelajari sesuatu. Maka tak heran jika saya sering dibilang lemot dan tulalit oleh teman-teman sepantaran saya. Namun nasib seseorang memang bisa saja dirubah jika orang itu mau berusaha, buktinya sekarang saya tidak pernah lagi mendengar omongan orang yang menyebut saya bebal atau kurang pandai, terutama dalam bidang bahasa asing.

Apa rahasianya? Ilmu Laduni, tentu saja. Saya termasuk beruntung karena tanpa sengaja menemukan situs www.ilmuladuni.com yang menuntun saya pada pembelajaran Ilmu Laduni untuk mempertajam kecerdasan dan daya pikir yang sebelumnya biasa-biasa saja. Dulu, sulit sekali bagi saya untuk berbicara dalam bahasa yang bukan bahasa ibu. Menggunakan Bahasa Indonesia saja masih sering terselip satu-dua kata dalam logat Sunda. Tak heran kalau saya pernah mendengar seseorang mengatai saya kampungan. Tapi sekarang sudah berbeda. Jangankan Bahasa Indonesia, Bahasa Mandarin dan Perancis kini sudah saya kuasai dalam waktu kurang dari tiga bulan. Insyaallah, jika tidak ada aral melintang bulan depan saya akan memulai kursus Bahasa Jepang.

Orang-orang di sekeliling saya sampai heran, bagaimana ceritanya saya bisa jadi sepandai sekarang? Bukankah dulu saya lemot bukan main? Malah rata-rata mereka tidak percaya kalau Ilmu Laduni yang saya ceritakan itu benar-benar ada. Tapi sudahlah, semoga lama-kelamaan akan makin banyak orang yang bisa memetik hikmah pengalaman saya ini dan ikut mengamalkan Ilmu Laduni. Amin…

Lia M. – Purwakarta

*Disclaimer : Kisah Testimonial Diatas ini hanya sebagai referensi dan hasil yang diperoleh setiap orang bisa berbeda

<<- Kembali