Hal yang paling saya inginkan sejak saya mulai bisa membaca kitab suci adalah menjadi penafsir Al Qur’an. Namun satu kendala yang saya temui adalah ketika ayah saya berkata bahwa untuk menafsirkan Al Qur’an dengan benar, seseorang harus memiliki Ilmu Laduni.

Pucatlah raut wajah saya ketika itu. Jangan-jangan saya harus bersemedi di gunung A atau di dalam gua B selama ratusan hari tanpa makan, minum apalagi mandi. Tapi yang ada ayah saya malah terkekeh. Katanya, mau bersemedi sampai jutaan tahun pun tidak ada gunanya kalau kita tidak mulai belajar. Jangan harapkan pengetahuan yang datangnya instan karena bisa-bisa pengetahuan tersebut berasal dari jin yang sesat. Sebab Allah tidak akan  merubah nasib suatu kaum kecuali jika kaum tersebut mau merubah diri mereka sendiri.

Apa yang dituturkan ayah saya ini diamini pula oleh Ustadz Masrukhan. Beliau melontarkan pendapat yang sama ketika saya berkonsultasi perihal aktivasi Ilmu Laduni beberapa waktu silam. Dari beliau pulalah saya mendapatkan amalan Ilmu Laduni yang kemudian saya jalankan sepenuh hati. Alhamdulillah, berkah kini menjadi milik saya. Tak sulit rasanya sekarang bagi saya untuk memahami isi Al Qur’an, memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Yang Maha Kuasa kepada ummat-Nya. Semoga Ilmu Laduni ini dapat menjadi jalan saya untuk menjadi penafsir Al Qur’an seperti yang saya dambakan. Amin…

Zaelani – Rangkasbitung

*Disclaimer : Kisah Testimonial Diatas ini hanya sebagai referensi dan hasil yang diperoleh setiap orang bisa berbeda

<<- Kembali